Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 April 2014

Tahankan

Kosong....
Hening....
Buram....
tetap pejamkan mata
biarkan, tetap dengarkan riakan air bergemih
burung tetap berkicau bersama semilir angin
yang tetap mendambakan ketenangan
kosong....
tahan....
biarkan semua berlalu
sampai kau tersadar semua berubah menjadi putih
semilir angin tetap mendayu
membawa dedaunan pergi menjauh
biarkan...
tahan....
semua itu....
kosong....
tetap dengarkan riakan air
hingga kau tersadar
hanya tersisa pasir putih
kembali bertiup angin
namun membawa duri
yang tertancap hingga nadi
biarkan....
tahan....
tetap terdiam....
sepi....
perih.....
siksa....

Bara yang Mengalir

mencoba mempercayainya
wahai wanita...jauhkan aku dari busukmu
wahai perasaan...jauhkan aku dari kebodohanmu

mampu membakar api amarah
tanpa padam
masih terang bara berkobar

saat kedinginan malam datang
baranya masih menyala
karena kebencian tiba menusuk
setelah kedinginan panjang

hanya berkata "tenang"
suatu saat jua akan dirasakan
karma...
pasti 'kan datang

Harapan Sebuah Mimpi

Berikan aku sebuah senyuman
Sebelum kau benar-benar menghilang
Dari cahaya pudar remang-remang kegelapan
Agar saat aku terbangun
Mimpi itu masih membekas

Menyapu keheningan
Yang tanpa arti

Menyapu perasaan
Yang tanpa balas

Hanya dapat berharap
Sampai remang-remang itu berubah terang

Dan angin terbangkan kegelapan

Biarkan Emosi

Jangan buat tanduk itu muncul
Ketika tatapanku sampai
Biarkan ketenangan rasakan padanya
Kegembiraan sesaat

Sebelum dia menanak daging
Menghidupkan api perasaan
Tanpa kontrol
Tanpa rasa
Namun jiwa yang sampai

Hingga raga bermain

Merenggut Keharaman

Tatapan itu....
Menusuk....

Tapi aku paham
Kau mungkin mengharapkan
Terik matahari mulai meredup
Berubah menjadi gumpalan hitam

Dan akan berubah menjadi tetes-tetes kecil kekecewaan....

Wasiat

Jeruji besi...
Kirimkan padanya...
Dan berikan tombak
Agar tak ada yang mengacaukannya

Ajarkan memanah dan bermain bumerang
Supaya dia tahu

Apa perasaanku sebenarnya.....

Kisah si Pinus

Pinus Hanya Pasrah
ketika angin tiba-tiba mengirimkan semilir kedinginan nan tenang
ketika mencoba mengusik dedaunannya yang diam
ketika dia berdiri tercolok diatas tanah

Pinus Hanya Pasrah
saat dia mencoba menyentuh angin yang dingin
saat dia mencoba menggerakkan daunnya
saat dia mencoba melangkah walau akar tak kuat keluar dari tanah

Pinus Hanya Pasrah
korban angin nan sepoi
lama-lama semakin kuat
menancap hingga akar
dan terlepas

Roboh....
Patah....
Lepas dari tanah

Sang Anginpun diam... tenang...
meninggalkan pinus yang hanya terbaring lesu
Pinus Hanya Pasrah

Selasa, 25 Maret 2014

Leburkan Perasaanku

Berikan aku kekuatan
disetiap kata yang kau ucapkan
aku memang bukan orang yang mudah
sepertia dia, mereka, dan yang lain
aku masih memiliki rasa untuk menjaga
dimana letak wanita dan pria
dimana letak rasa dan perbuatan
dimana letak cinta dan kasih

aku ingin kau yang mulai
karna ku tahu, aku dari tulang rusukmu
aku masih perlu kau luruskan
aku masih perlu kau bimbing
untuk menuju sebuah kebahagiaan
yang berawal semu menjadi kenyataan

semoga kau paham
aku memang berbeda
lupakan kekesalanmu
tegapkan rasa sayangmu
teguhkan rasa percayamu
aku akan rasakan
sampai ujung letak ubun-ubunku
aku sangat menyayangimu...
aku sangat membutuhkanmu...

aku menyayangimu dengan caraku

aku mencintaimu dengan rasaku

Rasa dan Janji

Biarkan semua tetap pada porosnya
berputar ikuti orbitnya
Biarkan aliran air mengalir tetap seperti itu
mengalir tanpa ada habisnya

aku berdoa
tiap sujud
hanya dapat berkata "tundukkan hatinya"
bisikan lain muncul "lupakan saja"
tapi aku tak bisa lupa

berikan kekuatan akan rasa
tapi janjiku coba hilangkan dia
ntah siapa yang bisa bantu
rasa dan janji apa hubungannya?

Rabu, 12 Maret 2014

Labuhan garam

Biarlah berlabuh di tempat yang tepat
Aku hanya menunggu di 'suatu saat'
'suatu saat' yang akan datang ataupun pergi,
bertindak sesukanya semaunya

Sampai benar2 tepat
hingga rasaku tersampaiakan
Berbeda kondisi, kebiasaan, keadaan, dan keberanian.
 Membuat tak dapat jadi satu hanya krn satu rasa
Cukup, sudah tau Tak perlu dilarutkan dalam air garam

Selasa, 11 Maret 2014

Keteguhan

aku akan hidup
bertopangkan kaki
pemberian darimu
dari sebuah kekuatan
dari sebuah kepercayaan
hingga habis darahku
hingga habis nafasku
sampai matahari tak terbit lagi